"Bayinya belum bisa pulang karena kuning." Demikian yang sering kita dengar tentang beberapa bayi yang baru lahir dan belum bisa dibawa pulang karena KUNING."

Bayi kuning / Ikterus disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin dalam darah. Bilirubin merupakan pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati (liver). Bilirubin dikeluarkan melalui empedu dan dibuang melalui feses. Warna kuning tersebut disebabkan tingginya kadar bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah zat yang berasal dari hasil akhir proses pemecahan sel darah merah.

Semasa dalam kandungan, bilirubin dikeluarkan melalui plasenta ibu. Setelah lahir, bayi harus mengeluarkannya sendiri. Pengeluaran bilirubin oleh bayi memerlukan fungsi hati yang sempurna dan makanan dalam usus yang membawanya keluar sebagai feses. Hati bayi yang 'belum matang' tidak selalu berhasil memproses hal ini, sehingga kulit dan bagian putih matanya berwana kuning.

TIPE - TIPE BAYI KUNING SECARA UMUM

  • Bayi kuning normal : Terjadi pada sebagian besar bayi baru lahir, disebabkan organ hati yang belum matang yang mengakibatkan proses pemecahan bilirubin menjadi lebiih lambat. Umumnya muncul pada usia bayi 2-4 hari dan kemudian hilang setelah 1-2 minggu.
  • Bayi kuning karena prematur : Umumnya terjadi pada bayi yang dilahirkan prematur karena organ hati mereka masih belum matang  bila dibandingkan dengan bayi normal. Perlu perlakuan khusus untuk mencegah komplikasi.
  • Bayi kuning pada bayi ASI : Warna kuning muncul karena bayi tidak mendapatkan cukup ASI karena kesulitan pada pemberian ASI atau karena ASI belum diproduksi cukup banyak di payudara Ibu.
  • Bayi kuning karena ASI : pada 1-2 % bayi yang diberikan ASI, warna kuning dapat terjadi karena suatu bahan yang teradapat dalam ASI yang menyebabkan bilirubin bayi meningkat. Gejala ini akan muncul pada saat bayi berusia 3-5 hari dan kemudian berkurang secara lambat sampai bayi berusia 3-12 minggu.
  • Inkompatibilitas golongan darah / perbedaan Rhesus Ibu dan Bayi : Darah ibu dan darah bayi bertemu di plasenta. Karena rhesus darah yang berbeda, Ibu memproduksi antibodi yang 'menghancurkan benda asing'  yaitu sel darah merah. Hati bayi yang belum sempurna belum sanggup mengolah sel darah merah yang rusak tersebut dan memicu bayi kuning.

Tidak perlu dikhawatirkan bila kondisi bayi kuning berlangsung kurang dari dua minggu dan warna kuning pada bayi tidak menjalar sampai ke telapak tangan dan kaki. Biasanya bilirubin akan hilang setelah dua atau tiga minggu. Kuning seperti ini termasuk kuning normal/ fisiologis yaitu kuning yang tidak berbahaya. Biasanya dokter hanya menyarankan supaya memberikan ASI dan menjemurnya di bawah sinar matahari pagi.

Perlu diwaspadai jika :

  • Tubuh bayi sudah berwarna kuning sebelum 24 jam dilahirkan.
  • Warna kuning pada bayi berlangsung selama lebih dari 2 minggu
  • Warna kuning menjalar hingga ke telapak tangan dan telapak kaki
  • Feses berwarna pucat, tidak kekuningan
  • Kadar bilirubin dalam darah lebih dari 10% pada bayi prematur atau 12% pada bayi cukup usia

Bila bayi tampak kuning perlu diperiksa kadar bilirubin untuk menentukan apakah kadarnya masih normal. Bila kadar bilirubin di atas normal dokter akan melakukan terapi sinar biru pada bayi kuning tersebut. Fungsi terapi ini akan mengubah bilirubin menjadi senyawa yang larut dalam air sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh bayi. Lamanya terapi sinar ini tergantung kadar bilirubin dalam tubuh bayi.